Kembali ke Edukasi

Kurangi Plastik Sekali Pakai dalam 7 Hari

Tips
21 Mei 2024
5 menit baca
Kurangi Plastik Sekali Pakai dalam 7 Hari

Plastik sekali pakai telah menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan. Kantong plastik, sedotan, botol, hingga kemasan makanan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan sering kali berakhir di sungai maupun laut. Mengurangi penggunaan plastik tidak harus dilakukan sekaligus. Kamu bisa memulainya melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Berikut tantangan sederhana selama 7 hari yang bisa kamu ikuti untuk memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan:

Hari 1 — Bawa Botol Minum Sendiri

Mulailah membiasakan membawa botol minum isi ulang ke sekolah, kampus, kantor, atau saat bepergian agar tidak membeli air minum dalam kemasan plastik.

Hari 2 — Tolak Sedotan Plastik

Saat membeli minuman, biasakan meminta tanpa sedotan atau gunakan sedotan stainless steel maupun bambu yang dapat dipakai berulang kali.

Hari 3 — Gunakan Tas Belanja Kain

Simpan tote bag atau tas belanja lipat di dalam tas agar selalu siap digunakan ketika berbelanja dan tidak perlu menggunakan kantong plastik.

Hari 4 — Pilih Produk Isi Ulang

Mulailah memilih produk dengan kemasan isi ulang atau kemasan yang mudah didaur ulang untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Hari 5 — Bawa Kotak Makan Sendiri

Jika membeli makanan di luar, gunakan wadah makan sendiri agar tidak perlu menggunakan kotak styrofoam atau wadah plastik sekali pakai.

Hari 6 — Kurangi Belanja Berkemasan

Pilih buah, sayur, atau kebutuhan harian dengan kemasan seminimal mungkin sehingga jumlah sampah plastik yang dihasilkan semakin sedikit.

Hari 7 — Evaluasi Kebiasaan Baru

Catat perubahan yang telah berhasil kamu lakukan selama seminggu, lalu jadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

LeafLeaf Decoration

Perubahan besar tidak terjadi dalam semalam. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.